Setelah terakhir kali berkelahi di kampung (Palembang) th. 2004. Aku berjanji akan berhenti berkelahi… Coz, terlalu banyak dampak akibat latihan pukulan.
Hari ini, di dalam perjalanan ke kantor hehe… motorku masuk ke dalam kubangan dan airnya muncrat mengenai pengendara motor lain.. Dianya marah, berhenti dan menendang motorku.. Sebelumnya aku dah melambaikan tangan pertanda minta maaf…
Aku langsung berhenti dan mengajak tuh orang menepi, coz jangan bikin ribut di tengah jalan (bikin macet…!!!). Setelah buka helm, dia langsung mendatangi dan bilang bahwa dia adalah anggota FBR. Aku diam, langsung memukul, dan dia tahu itu. Sambil mengelak dia terus ngomong bahwa dia jagoan.. Hehe…
Agak risih juga sih berkelahi di pinggir jalan ditonton orang rame, akhirnya pelipisku kena pukul olehnya. Mungkin hal ini juga yg menaikkan emosi ku, sehingga dia terkena Dollyo Chagi dan Hook ku.. Setelah itu barulah pertarungan kami dilerai orang…
Sambil dipisah orang, dia tetap bilang bahwa dia anggota FBR wilayah situ (tempat berkelahi), and dia juga sering ribut (preman donk..). Tambahan dia bilang bahwa dia masih muda (bikin aku sadar bahwa aku sudah tidak muda lagi..) So akhirnya aku menyodorkan tangan tanda perdamaian, setelah disuruh bapak-bapak disana untuk meninggalkan tempat perkelahian segera..
Hari ini aku dapat pelajaran tentang perlunya sabar dan tidak menganggap remeh orang (Mungkin dia pikir aku seperti kebanyakan orang yg diam saja ketika motornya ditendang…). Semoga Allah SWT menjaga kita semua ya..Amiien..
Satu lagi adalah perlunya diperbaiki teknik latihan yaitu menkondisikan keadaan latihan mendekati keadaan sebenarnya. Dalam hal ini aku berkelahi tetap membawa Laptop dalam ranselku dan memakai sepatu kerja.